Majalah
UMMI, Senin, 10 Juni 2013
Selama ini
masyarakat kita rancu pada pengertian alkohol. Semua alkohol, baik yang diminum
maupun yang dioleskan (seperti pada kosmetik dan parfum), dianggap haram.
Padahal tidaklah demikian.
Alkohol
menjadi sebutan untuk senyawa kimia untuk etanol (berfungsi sebagai pelarut)
dan untuk minuman keras (khamar). Yang terakhir ini sudah jelas keharamannya.
Sementara itu alkohol yang dipakai pada produk kosmetik, fungsinya untuk
melarutkan bahan-bahan aktif. Fungsi lainnya adalah sebagai antiseptik guna
membunuh bakteri. Sifat etanol cepat menguap, mudah terbakar, dan tidak
berwarna. Contoh etanol adalah alkohol yang kita pakai untuk membersihkan luka.
Etanol ini dianggap tidak haram.
Rumus
kimia etanol beda dengan alkohol untuk diminum. Bahkan etanol tidak bisa
diminum. Kalaupun diminum bisa menyebabkan kematian. Sementara alkohol yang
diminum pun tidak bisa dijadikan bahan kosmetik.
Kalau
alkohol yang ada pada obat yang diminum, seperti sirup obat batuk, memang
benar-benar alkohol yang diminum. Rumus kimianya sama dengan khamar. Walaupun
fungsinya juga melarutkan zat-zat aktif, hukumnya tetap haram sebagaimana
khamar.
Lalu,
apa efek samping etanol pada kulit? Karena sifatnya yang mudah menguap,
pemakaian etanol bisa membuat kulit kering. Pada jenis kulit kering, kalau
menggunakan kosmetik beralkohol, maka kulit akan bertambah kering. Selain itu,
bisa juga menimbulkan reaksi alergi dan iritasi. Iritasi bisa terjadi pada
semua orang, terutama bila kadar etanol dalam kosmetik tinggi sekali. Sedangkan
alergi terjadi hanya pada orang yang berkulit sensitif sehingga reaksi bisa
berlebihan. Penggunaannya pada kulit berminyak pun mesti diperhatikan sekali
karena bisa juga menimbulkan iritasi.
Konsentrasi
alkohol dalam kosmetik lebih kecil daripada penggunaan untuk antiseptik. Pada
kosmetik konsentrasinya di bawah 5% sampai 10%. Dalam antiseptik konsentrasinya
biasanya 70%, bahkan untuk kasus tertentu digunakan alkohol 90%.
Menghindari
kosmetik beralkohol sepertinya agak sulit karena fungsinya yang penting bagi
kosmetik. Yang penting, penggunaannya jangan berlebihan. Selama memenuhi batas
aman, tidak masalah untuk kita gunakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar