Sudah sering kita mendengar ungkapan, hidup adalah pilihan. Seiring perjalanan waktu, pasti kita pernah menghadapi beberapa pilihan. Setidaknya ada tiga fase dalam kehidupan, dimana kita harus memilih. Yaitu, memilih sekolah, memilih pasangan hidup dan memilih pekerjaan.
Setiap pilihan pasti ada konsekwensinya. Seberapa banyak pilihan yang kita punya? Misalnya dalam memilih sekolah, samakah pilihan untuk nilai ujian 7 dan 9 ? Pasti berbeda. Juga dalam hal pekerjaan, banyak yang merasa tidak cocok dengan tempatnya bekerja tapi hanya bisa mengeluh karena tidak punya pilihan lain. Bagaimana caranya agar kita bisa punya banyak pilihan?
Menurut trainer Jamil Azzaini, ada dua cara yang bisa kita lakukan. Pertama, dengan meningkatkan kompetensi kita. Bila kita punya kompetensi tinggi, maka akan memiliki "daya tawar" yang tinggi dan membuat kita lebih dihargai.
Orang yang bekerjasama atau mempekerjakan kita akan merasa takut kehilangan kita. Bila nilai kita bagus, banyak pilihan sekolah yang mau menerima.
Kedua, dengan meperluas pengaruh kita. Kompetensi yang sudah dimiliki harus kita bagikan kepada orang lain. Semakin banyak berbagi dengan kesungguhan, pengaruh kita akan semakin luas dan kemampuan/ kompetensi kita semakin meningkat pula.
Jadi, pilihan ada ditangan kita. Terus belajar dan berbagi. Jangan egois dan merasa hebat. Agar kita termasuk orang yang punya banyak pilihan, tidak menjadi orang lemah dan tertindas.