Minggu, 17 Oktober 2010

Munajat

Ya Alloh! Andaikan Engkau mengampuni dosa-dosaku, maka para kekasihMu dan para nabiMu akan bergembira. Sebaliknya setan yang menjadi musuhku dan musuhMu akan bersedih. Dan seandainya Engkau menyiksaku dikarenakan dosa-dosaku, maka setan beserta kawan-kawannya akan bersuka ria. Sedankan bagi para nabi dan para wali, akan merasa sedih. Sesungguhnya aku mengetahui bahwa kegembiraan para waliMu adalah lebih dicintai daripada kegembiraan setan dan kawan-kawannya. Oleh karena itu, ampunilah aku.

Tuhanku, seorang manusia tidak bisa dikatakan terhormat jika ia memiliki budak yang sudah berusia 80 tahun namun belum juga ia bebaskan dari status perbudakan. Tuhanku, sesungguhnya aku ini telah mencapai usia 80 tahun, maka bagaimana mungkin aku ini tidak Engkau bebaskan dari api neraka padahal Engkau adalah Zat Yang Maha Mulia, sangat belas kasih, Maha Agung, Maha Pengampun dan Zat Yang Menerima ucapan syukur...

(sumber: Al Mawai'izh al Ushfuriyah-Syaikh Muhammad bin Abu Bakr al Ushfuri

Humor Orang Awam

Seorang lelaki buta menikahi seorang wanita. Suatu hari wanita itu berkata kepadanya, "Seandainya kamu bisa melihat, kamupasti akan terkagum-kagum dengan kecantikan dan putihnya kulitku."
Si buta pun menjawab, "Seandainya kamu seperti yang kamu katakan itu, pastilah orang-orang yang bisa melihat tidak membiarkanmu menikah denganku."

#

Seseorang tinggal di sebuah rumah kontrakan. Namun, kayu-kayu atap rumah sudah banyak yang keropos dan berlayutan hampir jatuh. Maka, ketika pemilik rumah datang untuk meminta uang kontrakan, orang itu berkata kepadanya, "Perbaiki dulu atap ini. Lihat, kayu-kayunya sudah banyak yang keropos dan hampir jatuh."
Pemilik rumah berkata, "Kamu tidak perlu khawatir, karena atap itu hanya sedang bertasbih kepada Allah."
Sang pengontrak pun tak mau kalah. Ia berkata, "Itu benar, tapi yang aku khawatirkan adalah kalau sampai kayu-kayu itu hanyut dalam tasbihnya dan kemudian bersujud."

#

Alkisah, seorang lelaki memanah seekor burung yang sedang hinggap di dahan pohon. Namun anak panahnya ternyata tak berhasil mengenai sasaran dan burung itu pun terbang.
Melihat hal itu teman yang berada di sampingnya berkata, "Bagus..., kamu telah melakukan yang terbaik!"
Sontak mukanya merah padam dan dengan nada membentak ia berkata, "Hai..., kamu mengejekku ya!?"
Temannya itu menjawab, "Tidak! Karena engkau memang telah melakukan sesuatu yang baik untuk burung itu tadi."

#

Seorang lelaki mengadu kepada seorang tabib tentang perutnya yang sakit.
"Kamu baru saja makan apa?" tanya tabib.
Dengan menahan rasa sakit dia menjawab, "Aku tadi habis makan roti bakar."
Lalu tabib itu menyuruh seorang pembantunya untuk diambilkan celak mata.
"Yang sakit itu bukan mataku, tapi perutku," protesnya.
Tabib berkata, "Aku tahu, tapi aku memberi celak ini di matamu agar kamu bisa melihat roti yang terbakar, sehingga kamu tidak memakannya lagi."

Keturunan

Sa'id ibn Yahya alUmawi meriwayatkan: Ayahku menceritakan:
Sekelompok pemuda Quraisy tengah asyik bermain lomba memanah. Pada kesempatan pertama, tampillah seorang anak Abu Bakar dan Thalhah. Dan hasilnya, anak Abu Bakar membidikkan anak panahnya tepat pada sasaran. Melihat itu, dengan bangga ia berkata, "Aku adalah keturunan alQarnain."
Giliran selanjutya jatuh pada salah seorang anak Utsman. Kali ini bidikan panahnya tepat mengenai sasaran. Lalu ia berkata, "Aku adalah keturunan seorang syahid."
Setelah itu giliran jatuh pada seorang budak. Dan ternyata, bidikan panahnya pun tepat mengenai sasaran. Karena tidak mau kalah, dia pun dengan bangga mengatakan, "Aku adalah keturuan orang yang para malikat pun berujud kepadanya."
"Siapa dia?" tanya anak-anak yang lain penasaran. Budak itu mnjawab, "Adam."

Cerdik Pandai

Alkisah, seorang Majusi sering datang ke tempt Dhahhak ibn Muzahim. Pada suatu hari, Dhahhak bertanya kepadanya, "Kenapa kami tidak masuk Islam saja?"
"Karena aku masih suka minum khamr dan tidak bisa menahan diri dari khamr," jawab orang itu.
"Aku kira tidak masalah. Masuklah agama Islam dan tetaplah engkau minum khamr." jawab Dhahhak.
Akhirnya orang itu masuk Islam. Dhahhak pun berkata kepadanya, "Sekarang kamu benar-benar telah masuk Islam. Karena itu, jika kamu masih minum khamr, maka kami akan memberimu sanksi hukuman. Dan jika kamu keluar dari agama Islam, maka kami akan membunuhmu."

#

Al-Jahizh bercerita:
Seorang lelaki meruqyah(mengobati dengan bacaan ayat dan doa) pasien yang sakit gigi. Dia bangga dengan profesinya ini dan memungut upah dari setiap pasiennya.
Suatu hari ia berkata kepada salah seorang pasiennya. "Ingat, malam ini jangan sampai terbayang di dalam hatimu seekor kera."
Dan malam harinya, pasien itu merasa sakit semalam suntuk. Esok harinya ia menemui si peruqyah tersebut dan melaporkan apa yang dialaminya semalam.
"Apa tadi malam terbersit di benakmu binatang kera?" tanya peruqyah penuh selidik.
"Ya," jawab pasien singkat.
Peruqyah berkata, "Itulah yang menyebabkan ruqyahku tak bekerja."

Pujaan Hati

Mughirah ibn Syu'bah menuturkan:
Alkisah, aku menyebut salah seorang wanita dari Bani Harts untuk aku nikahi. Dan ternyata, di sampingku saat itu ada seorang pemuda dari bani Harts juga.
Maka pemuda itu berkata, "Wahai Amirul Mukminin, wanita tersebut tidak cocok untukmu."
"Mengapa demikian?" tanyaku penasaran.
Dia menjawab, "Aku pernah melihat seorang lelaki menciumnya."
Namun beberapa hari kemudian, seseorang memberitahuku bahwa pemuda tesebut menikah dengan wanita dari bani Harts tersebut. Maka aku pergi menemuinya dan bertanya, "Bukankah kamu pernah memberitahuku bahwa kamu pernah melihat seorang lelaki menciumnya?"
Dengan tenang ia menjawab, "Benar, yaitu ketika bapaknya menciumnya."
"Sungguh, jika ingat pemuda itu dengan apa yang diperbuatnya, aku merasa sedih sekali," kata Mughirah ibn Syu'bah.

#


Syahdan, seorang pemuda hendak meminang seorang gadis pujaannya. Maka datanglah ia kepada keluarga gadis tersebut.
"Apa pekerjaanmu?" tanya orang tua si gadis kepadanya.
"Pedagang hewan," jawab pemuda tersebut.
Rupanya, keluarga gadis cukup senang dengan pengakuan itu. Walhasil, akhirnya mereka mengijinkan pemuda itu menikahi putrinya. Kemudian beberapa hari setelah pesta penikahan usai, orang tua si gadis bertanya kepada pemuda tentang bisnis hewannya.
Namun alangkah terkejutnya keluarga itu ketika mendengar bahwa hewan yang sering ia jual adalah kucing. Mereka merasa tertipu dan kecewa. Sebab mereka mengira si pemuda itu adalah penjual sapi atau kambing. Karena itu mereka pun membawa perkara ini ke meja hijau.
Namun di pengadilan, Hakim Syuraih justru menyatakan, "Bukankah kucing itu juga termasuk hewan."
Akhirnya, mereka pun kalah dan pemuda tersebut tetap menjadi suami si gadis pujaannya.

#