Selasa, 28 Oktober 2014

Positif Negatif Berobat Gratis

Mulai Januari 2014 pemerintah meluncurkan program BPJS untuk semua warganya. Sebelumnya jaminan kesehatan dikelola oleh beberapa pihak, antara lain Askes untuk PNS, Jamsostek untuk karyawan pabrik/perusahaan dan Asabri untuk TNI/ABRI.

Sekarang semua bisa ikut asuransi kesehatan. Segala penyakit, kecuali kosmetika dan kesuburan bisa berobat gratis, dengan standart obat tertentu.

Bagi mereka yang membutuhkan pengobatan dengan biaya besar, sangat terbantu dengan asuransi ini. Terutama mereka yang tidak mampu atau menderita penyakit kronis.

Beberapa orang malah bersikap mengabaikan kesehatan dirinya. Seringkali pasien datang dengan keluhan nyeri di bagian tubuhnya setelah makan makanan berlemak, padahal dia punya kholesterol tinggi, asam urat tinggi. Datang ke klinik berulang kali dengan kasus yang sama.
Begitu juga dengan penyakit alergi.

Kunjungan ke klinik meningkat karena perilaku yang tidak memperhatikan kesehatan. Mentang-mentang berobat gratis, tidak mau berpantang. Sudah diberi penjelasan panjang lebar tentang hal-hal yang harus dihindari dan harus dilakukan, tapi tetap tidak mengindahkan.

Harusnya ada reward untuk mereka yang sehat sehingga tidak berkunjung ke fasilitas kesehatan(faskes). Seperti asuransi swasta yang memberikan sejumlah uang bila tidak ada klaim selama periode tertentu. Karena ada beberapa orang yang merasa rugi bila tidak berobat, sedangkan iuran selalu dibayar tiap bulan.

Nah lho.....pilih sakit atau pilih sehat?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar