Minggu, 17 Oktober 2010

Pujaan Hati

Mughirah ibn Syu'bah menuturkan:
Alkisah, aku menyebut salah seorang wanita dari Bani Harts untuk aku nikahi. Dan ternyata, di sampingku saat itu ada seorang pemuda dari bani Harts juga.
Maka pemuda itu berkata, "Wahai Amirul Mukminin, wanita tersebut tidak cocok untukmu."
"Mengapa demikian?" tanyaku penasaran.
Dia menjawab, "Aku pernah melihat seorang lelaki menciumnya."
Namun beberapa hari kemudian, seseorang memberitahuku bahwa pemuda tesebut menikah dengan wanita dari bani Harts tersebut. Maka aku pergi menemuinya dan bertanya, "Bukankah kamu pernah memberitahuku bahwa kamu pernah melihat seorang lelaki menciumnya?"
Dengan tenang ia menjawab, "Benar, yaitu ketika bapaknya menciumnya."
"Sungguh, jika ingat pemuda itu dengan apa yang diperbuatnya, aku merasa sedih sekali," kata Mughirah ibn Syu'bah.

#


Syahdan, seorang pemuda hendak meminang seorang gadis pujaannya. Maka datanglah ia kepada keluarga gadis tersebut.
"Apa pekerjaanmu?" tanya orang tua si gadis kepadanya.
"Pedagang hewan," jawab pemuda tersebut.
Rupanya, keluarga gadis cukup senang dengan pengakuan itu. Walhasil, akhirnya mereka mengijinkan pemuda itu menikahi putrinya. Kemudian beberapa hari setelah pesta penikahan usai, orang tua si gadis bertanya kepada pemuda tentang bisnis hewannya.
Namun alangkah terkejutnya keluarga itu ketika mendengar bahwa hewan yang sering ia jual adalah kucing. Mereka merasa tertipu dan kecewa. Sebab mereka mengira si pemuda itu adalah penjual sapi atau kambing. Karena itu mereka pun membawa perkara ini ke meja hijau.
Namun di pengadilan, Hakim Syuraih justru menyatakan, "Bukankah kucing itu juga termasuk hewan."
Akhirnya, mereka pun kalah dan pemuda tersebut tetap menjadi suami si gadis pujaannya.

#


Tidak ada komentar:

Posting Komentar