"Karena aku masih suka minum khamr dan tidak bisa menahan diri dari khamr," jawab orang itu.
"Aku kira tidak masalah. Masuklah agama Islam dan tetaplah engkau minum khamr." jawab Dhahhak.
Akhirnya orang itu masuk Islam. Dhahhak pun berkata kepadanya, "Sekarang kamu benar-benar telah masuk Islam. Karena itu, jika kamu masih minum khamr, maka kami akan memberimu sanksi hukuman. Dan jika kamu keluar dari agama Islam, maka kami akan membunuhmu."
#
Al-Jahizh bercerita:
Seorang lelaki meruqyah(mengobati dengan bacaan ayat dan doa) pasien yang sakit gigi. Dia bangga dengan profesinya ini dan memungut upah dari setiap pasiennya.
Suatu hari ia berkata kepada salah seorang pasiennya. "Ingat, malam ini jangan sampai terbayang di dalam hatimu seekor kera."
Dan malam harinya, pasien itu merasa sakit semalam suntuk. Esok harinya ia menemui si peruqyah tersebut dan melaporkan apa yang dialaminya semalam.
"Apa tadi malam terbersit di benakmu binatang kera?" tanya peruqyah penuh selidik.
"Ya," jawab pasien singkat.
Peruqyah berkata, "Itulah yang menyebabkan ruqyahku tak bekerja."
Al-Jahizh bercerita:
Seorang lelaki meruqyah(mengobati dengan bacaan ayat dan doa) pasien yang sakit gigi. Dia bangga dengan profesinya ini dan memungut upah dari setiap pasiennya.
Suatu hari ia berkata kepada salah seorang pasiennya. "Ingat, malam ini jangan sampai terbayang di dalam hatimu seekor kera."
Dan malam harinya, pasien itu merasa sakit semalam suntuk. Esok harinya ia menemui si peruqyah tersebut dan melaporkan apa yang dialaminya semalam.
"Apa tadi malam terbersit di benakmu binatang kera?" tanya peruqyah penuh selidik.
"Ya," jawab pasien singkat.
Peruqyah berkata, "Itulah yang menyebabkan ruqyahku tak bekerja."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar