Sabtu, 24 Juli 2010

Klepon

Siapa yang tidak kenal klepon? Jajanan berbentuk bulat seperti bakso, berwarna hijau, bila digigit terasa manisnya. Ini salah satu jajanan tradisional favorit saya. Tapi anak-anak sekarang lebih memilih donat atau roti bakar daripada klepon.

Teringat perbincangan dengan pasien kemarin, masih behubungan dengan klepon. Seorang bapak usia 30an mengeluh diare sejak malam. Setelah anamnesa dan pemeriksaan singkat, dilanjutkan menuliskan resep obat.Tapi sebelumnya, aku lihat riwayat sakit dan obat yg pernah didapatkan, barangkali ada alergi terhadap obat tertentu. Rupanya bapak ini sering terkena furunkel(udunen). Hampir sebulan sekali datang dengan penyakit tersebut. Aku ingat, bapak ini sudah berusaha menghindari makanan penyebab alergi tapi masih sering udunen, sampai kesulitan berjalan. Sambil menuliskan resep obat, aku tanya penyakit furunkelnya.
D/ "Dulu sering udunen ya Pak, sudah sembuh sekarang?"
P/ "Ya Dok, sudah nggak kambuh lagi sekarang."
D/ "Berobat kemana, Pak?"
P/ "Ini...saya bancak-i klepon"
D/ "Ha? Klepon jajan itu? Diapakan?"
P/ "Ya dibagikan ke tetangga dan sebagian dibuang di pojok pasar biar penyakitnya hilang. Cara kuno ini, Dok."
D/ "Yang penting kan sembuh Pak. Itu karena sedekah dan doanya tetangga2, bukan karena kleponnya."
P/ "Iya Dok. Makasih."

Aku baru tahu kalau bancakan(selamatan) klepon bisa menyembuhkan furunkel berulang. Kalo klepon diganti donat bisa nggak ya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar